Pada dasarnya orgaanisasi dan manajemen memiliki kaitan yang erat. Organisasi dapat dikatakan sebagai alat administrasi atau manajemen. Dan orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan administrasi disebut administrator. Dimana administrator adalah pemimpin yang dituntut harus memiliki beberapa syarat sebagai pemimpin. Pengetahuan dan ketrampilan dalam administrasi tidak akan efektif, jika tidak disertai dengan sifat dan sikap kepemimpinan.
Sifat kepemimipinan adalah faktor yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Hal ini telah terbukti dengan sejarah peradaban sejarah manusia bahwa efektif tidaknya kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kepemimpinan selalu menjadi masalah dari generasi ke generasi. Disatu pihak kita telah mengetahui bahwa kepemimpinan yang efektif sangat menolong keberhasilan suatu organisasi tetapi dilain pihak mencari pemimpin yang efektif bukan merupakan hal yang sederhana.
Indonesia telah melakukan pemilihan pemimpin secara langsung. Mulai dari pemilihan pemimpin yang terkecil sampai dengan pemilihan pemimpin yang terbesar yaitu ”presiden”. Dari sini terbukti bahwa demokrasi di Indonesia telah benar-benar bejalan dengan harapan akan terciptanya pemimipin yang adil menuju tatanan masyarakat yang lebih baik. Tetapi tetap saja masih banyak hal-hal yang akan menjadi pertimbangan. Karena pada dasarnya kita tidak tahu bagaimana kinerja para calon pemimpin yang lolos menjadi pemimpin. Apakah kinerja mereka mulus semulus mereka melontarkan janji-janji manis pada masyarakat waktu mereka mempromosikan diri? Apkah kinerja mereka benar-benar berpihak unutuk kepintingan masyarakat umum? Ataukah hanya untuk kepentingan golongan mereka sendiri atau yang lebih parahnya lagi kepentingan pribadi? Tidak akan ada yang tahu hal tersebut.
Ditengah jiwa mahasiswa yang pragmatis yang lebih mengedepankan kehidupan yang glamour, membuat kita berfikir bagaimanakah kehidupan kita ke depan? Akankah kita memiliki pemimpin yang dapat memeperbaiki negara ini? Pertanyaan tersebut tidak akan terjawab jika bukan dari kita sendiri yang akan berusaha menjawabnya. Hal tersebut dapat dikutip dari Al-Qur’an yang menyatakan bahwa ”Tidak akan berubah nasib suatu kaum sebelum dia merubahnya sendiri”.
Berangkat dari apa yang sudah dipaparkan sebelumnya, maka kita sebagai mahasiswa, generasi yang dikatakan sebagai penyambung lidah "kaum Proletar", wajib merenungkan kembali seperti apakah kelak sosok pemimpin yang akan membawa kondisi masyarakat kita kearah yang lebih baik........... Momentum pilkada yang akan dihadapi oleh masyarakat Jawa Timur beberapa bulan yang akan datang ini selayaknyalah ini kita jadikan perenungan bagi kita sendiri....... Saatnya mahasiswa "berteriak" tentang kebenaran........ Jangan bungkam !!!!!!!!!!!!!
ditulis oleh sekum HMI FKIP UMM
Sifat kepemimipinan adalah faktor yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Hal ini telah terbukti dengan sejarah peradaban sejarah manusia bahwa efektif tidaknya kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kepemimpinan selalu menjadi masalah dari generasi ke generasi. Disatu pihak kita telah mengetahui bahwa kepemimpinan yang efektif sangat menolong keberhasilan suatu organisasi tetapi dilain pihak mencari pemimpin yang efektif bukan merupakan hal yang sederhana.
Indonesia telah melakukan pemilihan pemimpin secara langsung. Mulai dari pemilihan pemimpin yang terkecil sampai dengan pemilihan pemimpin yang terbesar yaitu ”presiden”. Dari sini terbukti bahwa demokrasi di Indonesia telah benar-benar bejalan dengan harapan akan terciptanya pemimipin yang adil menuju tatanan masyarakat yang lebih baik. Tetapi tetap saja masih banyak hal-hal yang akan menjadi pertimbangan. Karena pada dasarnya kita tidak tahu bagaimana kinerja para calon pemimpin yang lolos menjadi pemimpin. Apakah kinerja mereka mulus semulus mereka melontarkan janji-janji manis pada masyarakat waktu mereka mempromosikan diri? Apkah kinerja mereka benar-benar berpihak unutuk kepintingan masyarakat umum? Ataukah hanya untuk kepentingan golongan mereka sendiri atau yang lebih parahnya lagi kepentingan pribadi? Tidak akan ada yang tahu hal tersebut.
Ditengah jiwa mahasiswa yang pragmatis yang lebih mengedepankan kehidupan yang glamour, membuat kita berfikir bagaimanakah kehidupan kita ke depan? Akankah kita memiliki pemimpin yang dapat memeperbaiki negara ini? Pertanyaan tersebut tidak akan terjawab jika bukan dari kita sendiri yang akan berusaha menjawabnya. Hal tersebut dapat dikutip dari Al-Qur’an yang menyatakan bahwa ”Tidak akan berubah nasib suatu kaum sebelum dia merubahnya sendiri”.
Berangkat dari apa yang sudah dipaparkan sebelumnya, maka kita sebagai mahasiswa, generasi yang dikatakan sebagai penyambung lidah "kaum Proletar", wajib merenungkan kembali seperti apakah kelak sosok pemimpin yang akan membawa kondisi masyarakat kita kearah yang lebih baik........... Momentum pilkada yang akan dihadapi oleh masyarakat Jawa Timur beberapa bulan yang akan datang ini selayaknyalah ini kita jadikan perenungan bagi kita sendiri....... Saatnya mahasiswa "berteriak" tentang kebenaran........ Jangan bungkam !!!!!!!!!!!!!
ditulis oleh sekum HMI FKIP UMM