16 Mei 2008

KEBANGKITAN KITA

PENDIDIKAN UNTUK KEBANGKITAN KITA!!!!!!!!

Teriakkan bersama PENDIDIKAN UNTUK KEBANGKITAN KITA!!!!!. Seabad sudah kebangkitan bangsa kita, Indonesia tercinta, namun apa yang terjadi pada diri kita saat ini bukanlah suatu cita-cita ideal dari para pemikir kebangkitan bangsa kita satu abad yang lalu. Kemudian seperti apakah cita-cita ideal itu? Masih ingatkah kita semua bagaimana para pelopor kebangkitan bangsa kita dulu mencita-citakan Indonesia yang berdaulat, bermartabat, bermoral, dan terbebas dari yang namannya belenggu penjajahan. Sangatlah lama Indonesia dijajah, sekedar mengingatkan bangsa kita dijajah lebih dari 3,5 (tiga setengah) abad, namun hal ini tidaklah menyurutkan semangat para pelopor kebangkitan bangsa kita untuk memperjuangkan hak bangsa Indonesia. Katakanlah Budi Utomo, Cipto Mangun Kusumo, Hos Cokroaminoto dan para sahabatnya mencoba untuk membawa Indonesia kepada kedudukan yang semestinya, yang merdeka, bebas, bermartabat, dan bermoral.
Bagaimana mereka, para tokoh kebangkitan bangsa kita, mengawali pejuangan mereka lewat dinamika pendidikan. Pergeseran cara perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita bangsa, bangsa yang merdeka, yang semula menggunakan kekuatan fisik (angkat senjata) berubah melalui cara-cara diplomasi apik antar para penggagas kebangkitan bangsa kita ini. Tampaknya pada saat itu kesadaran para tokoh-tokoh bangsa kita mulai tumbuh bahwa kemerdekaan yang didambakan bakal terwujud dengan jalan berdiplomasi alias dengan jalan pendidikan. Untuk itulah berkat politik balas budi yang dicanangkan oleh pemerintah Belanda kepada Indonesia pada saat itu telah membuka peluang bagi tokoh-tokoh bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan dengan dinamika pendidikan. Akhirnya munculah tokoh-tokoh pemikir, tokoh-tokoh intelektual, dan educated people diantara orang-orang Indonesia untuk menyuarakan kebebasan Indonesia, dimana lewat pemikiran-pemikirannya akhirnya Indonesia mampu meraih kemerdekaan yang dicita-citakannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Berangkat dari sejarah kebangkitan bangsa kita, tidak dipungkiri lagi bahwasanya pada saat itu pendidikan memiliki peranan yang sangatlah vital dalam mengantarkan Indonesia mencapai kemerdekaannya. Sejarah telah membuktikan keberadaan Indonesia, Indonesia yang bermartabat, yang berdaulat, dan yang terbebas, tidak terlepas dari apa yang dinamakan pendidikan. Sekali lagi pendidikan memiliki peran yang sangat penting, apalagi dalam kontek kehidupan hari ini yang menuntut setiap individu untuk pintar, cerdas, dan terampil dalam menyongsong era globalisasi. Untuk sekedar meyakinkan kita semua dan sebagai bahan refleksi kita semua bagaimana Jepang, yang pada saat itu diporak-porandakan dengan bom atom oleh Amerika Serikat, mampu bangkit dari keterpurukaanya lewat pendidikan. Kenapa kita bangsa Indonesia, bangsa yang dikatakan besar, dengan SDM dan SDA yang begitu melimpah ruah tidak bisa seperti yang sudah dicontohkan di atas tadi?
Hampir 63 tahun Indonesia merdeka, lebih dari setengah abad, kondisi Indonesia yang diharapkan oleh para pembentuk bangsa ini, tidak seideal dari yang dicita-citakan semula. Kebodohan, kemiskinan, kelaparan, dan masalah-masalah lainnya yang sering kita lihat dan dengar di media informasi, terjadi di mana-mana di negara tercinta ini. Indonesia terpuruk pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebagai contoh kondisi pendidikan yang ada di Indonesia sungguh sangatlah memprihatinkan sekali. Sering kali kita lihat dan dengar di berita-berita, mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan bangsa kita terjadi di mana-mana, yang fasilitasnya rusak kek, yang anggarannya kurang kek, yang kekurangan tenaga kek, yang siswa putus sekolah karena tidak ada biaya kek, dan masih banyak lagi. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi pada pendidikan bangsa ini?
Pendidikan merupakan hak, sekali lagi itu merupakan hak, bagi setiap warga negara. Bukankah dalam UUD 45 itu semua sudah diatur dengan sangat jelas dan gamblang. Dalam UUD 45 pasal 31 ayat 4 yang berbunyi “ Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional” dijelaskan bawa anggaran pendidikan nasional Indonesia adalah sebesar 20% dari APBN harus benar-benar dilaksanakan dan dipenuhi untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di negara tercinta ini. Akan tetapi apa yang terjadi kemudian, fakta menunjukkan bahwa dalam APBN 2008 anggaran pendidikan nasional kita hanya 69,4 triliun rupiah dari jumlah seluruh APBN yang mencapai 854,7 triliun rupiah (Amien Rais, 2008 :194). Jadi kalau kita pikirkan bersama-sama anggaran pendidikan nasional kita tidak mencapai 9 persen. Sungguh ini merupakan pengkhianatan pemerintah kita terhadap UUD 45 yang menyangkut hak dasar setiap warga Negara, yaitu hak memperoleh pendidikan.
Bagaimana mungkin dengan anggaran yang kurang dari 9 persen, pendidikan di bangsa kita akan maju? Bagaimana bisa dengan anggaran segitu masyarakat kita bisa mengenyam pendidikan yang layak? Kalau sudah warga negaranya tidak ada yang bisa mengenyam pendidikan yang layak, karena mahalnya pendidikan, bagaimana mungkin muncul masyarakat yang berkualitas? Bagaimana mungkin akan ada orang-orang yang intelektual? dan yang paling memprihatinkan adalah bagaimana kemudian kita yang tertindas hari ini, yang tidak bisa menikmati pendidikan, mampu bangkit untuk memperjuangkan nasib dan hak kita lewat pendidikan. Kita akan senantiasa menjadi masyarakat yang dibodohi terus menerus yang selalu mengiyakan apa yang dikatakan oleh orang-orang yang berada di atas kita . Atau jangan-jangan memang ini yang diharapkan oleh para pemegang kebijakan di negara kita ini, masyarakat yang bodoh dan tidak bisa mengusik pemerintahan hari ini? Astaghfirullah……..
Ingatlah sebuah hadist yang mengatakan bahwa jika kita mau bahagia di dunia maupun akherat, maka kuncinya adalah dengan ilmu. Ilmu yang diperoleh lewat pendidikan adalah jalan bagi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Itulah sebabnya, hari ini kita yang sadar, kita yang diberi kesempatan untuk saling mengingatkan dan menyadarkan, pada momentum yang bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, moment dimana bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukannya selama 3,5 abad, lewat orang-orang yang berpendidikan mampu mengubah wajah Indonesia lebih terhormat di mata bangsa-bangsa lain di dunia. Pendidikan adalah kunci kebebasan yang sesungguhnya yang hari ini perlu kita perjuangkan bersama. Kebodohan adalah musuh kita bersama yang perlu kita perangi di negara tercinta ini. Mari kita teriakkan bersama-sama PENDIDIKAN UNTUK KEBANGKITAN KITA!!!!.

Tidak ada komentar: